PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BAKIAK DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN KERJASAMA ANAK

Penulis

  • Airin Mutiarasari UPI Kampus Cibiru
  • Tuti Istianti

Kata Kunci:

model cooperative learning, permainan tradisional bakiak, kemampuan kerjasama anak

Abstrak

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar dan penting dalam menstimulus berbagai perkembangan anak salah satunya yaitu perkembangan sosial terutama pada kemampuan kerjasama anak. Kemampuan kerjasama anak perlu dilatih sejak dini agar anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Berdasarkan hasil observasi di PAUD Al-Ihsan kabupaten Majalengka anak usia 5-6 Tahun kemampuan kerjasamanya masih rendah, hal itu ditunjukkan dengan interaksi dan komunikasi yang dibangun belum optimal, jika mengadakan kegiatan berkelompk terdapat anak yang tidak mau bergabung dengan kelompoknya. Adapun Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak melalui penerapan model cooperative learning yang diintegrasikan dengan permainan tradisional bakiak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian tindakan atau action research dengan menggunakan desain tindakan dari Pelton (2010) adapun langkah-langkahnya yaitu: 1) Identifikasi masalah, 2) Pengumpulan data, 3) Perencanaan tindakan, 4) Pelaksanaan tindakan, 5) Penilaian hasil. Hasil penelitian tindakan 1 persentase yang didapatkan 47%, sedangkan pada tindakan 2 meningkat menjadi 56%, tindakan ke 3 meningkat menjadi 68% dan pada tindakan 4 meningkat secara signifikan dengan hasil persentase 80%, kemudian tindakan dilanjutkan untuk memastikan kemampuan kerjasama anak meningkat dengan perolehan hasil persentase pada tindakan  5 yaitu 90%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model cooperative learning yang diintergrasikan dengan permainan tradisional bakiak dapat meningkatkan kemampuan kerjasama anak.

 

 

Unduhan

Diterbitkan

2021-10-08

Terbitan

Bagian

Articles